Dongung-dongung

Curahan air dari pan­curan mengisi ‘sudut-sudut’ kincir, sehingga kincir dan sumbunya berputar. Akibatnya terjadi ‘pergesekan’ antara lilitan tali dengan ’sumbu’ yang berputar. Adanya perge­sekan inilah yang menghasilkan ‘bu­nyi’. Kemudian bunyi me­rambat pada rentangan tali menuju tabung silinder yang berfungsi sebagai ’resonator’. Sebagai akibat dari hasil resonansi, kita dapat men­dengar suara berdengung-­dengung, yang mana suara dengungannya itu dapat mencapai radius setengah kilo meter, namun jangkauannya lebih luas dan jauh lagi pada malam hari. more dongung-dongung.pdf

Explore posts in the same categories: Seni & Budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: