Dikir di Mandailing

“Gondang Dikir” adalah sejenis rebana berukuran besar dengan diameter  600 hingga 900 mm berbentuk bulat. Bagian atasnya dilapisi membran dari kulit lembu atau kambing, sedangkan bagian bawahnya tidak ditutup (terbuka). Adapun lagu-lagu yang dibawakan berbahasa Arab dengan memakai modus-modus tertentu dari tradisi musik Pan-Islam di Jasirah Arab. Tema lagu antara lain berisi sejarah Nabi Muhammad SAW,  ajaran-ajaran  agama Islam dan lain sebagainya. Dalam hal ini, yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah dari manakah masuknya seni pertunjukan Dikir ke Mandailing? more dikir-di-mandailing.pdf

Explore posts in the same categories: Bisuk

One Comment pada “Dikir di Mandailing”

  1. diaru Says:

    Mar ” dikir ” .

    Mala adong na mardikir biasona harani patuduhon raso syukur tu Allah.swt. arani :

    * Dapotan rasoki ( kelahiran anak ).
    * Na dapotan jodoh .
    * Maulidin Nabi.
    * Adong na hotom Qur’an.
    * Marsunet .
    * Mulian eme.
    * Dna.

    Mala ita ligi sian paralatan na atao gondang dikir songoni juo dohok hata dikir na mar asal sian “zikir” ( Bahasa Arab ) mangjelas na sian Islam , Umum na dikir i di parsiajari na jolo ngon Ustad sanga Syeh .( Guru guru agama sanga pengembang agama ).

    Songon i do luai ?

    Marsantabi iba mala na salah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: