Organisasi dan Dalian Na Tolu

by Irsan Rangkuti

 

Sejak kita lahir sampai suatu saat meninggal, kita selalu berurusan dengan organisasi. Kita berhubungan dengan organisasi rumah sakit atau klinik ketika kita lahir; kita juga berhubungan dengan organisasi rumah sakit atau serikat tolong menolong (STM) ketika kita meninggal. Dengan demikian, betapa pentingnya peran organisasi dalam kehidupan manusia. Melalui organisasi, manusia dapat mempertemukan kepentingannya dengan kepentingan orang lain; kepentingan tersebut dapat diorganisasir. Dengan demikian, organisasi dapat dikatakan sebagai kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan batasan yang jelas dan keterikatan bersama untuk mencapai tujuan.

Setiap organisasi didirikan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan adalah pernyataan atau sesuatu yang diinginkan oleh seluruh anggota organisasi di masa yang akan datang. Tujuan dalam organisasi dapat berupa tujuan organisasi, tujuan kelompok, dan tujuan individu. Tujuan dapat bermacam-macam karena setiap orang atau kelompok yang mendirikan organisasi atau bergabung dengan organisasi selalu didasarkan atas pencapaian tujuan tertentu. Dengan demikian ada kemungkinan tujuan yang saling bertentangan di dalam sebuah organisasi. Tugas manajer adalah adalah menyelaraskan (balancing) tujuan-tujuan yang saling bertentangan tersebut.

Organisasi memiliki daur hidup. Organisasi dilahirkan (dibuat), dipelihara, tumbuh, penuh dengan masalah, mundur, dan kemudian mati. Setiap hari organisasi baru didirikan, namun setiap hari pula ada organisasi yang ditutup, dimerger, atau diakuisisi. Ada organisasi yang dapat bertahan lama, namun ada juga organisasi yang hanya bertahan beberapa bulan atau tahun saja. Ternyata organisasi seperti makhluk hidup juga.

Jika dianalisis dari level makro, organisasi berinteraksi dengan lingkungan. Jika dianalisis dari level mikro, maka kita menganalisis pribadi-pribadi anggota organisasi, meliputi nilai-nilai, motivasi, kepemimpinan, kepribadian, dan lain-lain. Setiap kelompok sosial menginginkan agar organisasi yang diikuti dapat bertahan hidup lama dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan para anggotanya. Organisasi dapat berupa: organisasi marga, organisasi pemuda pemudi, organisasi warga sekampung, atau organisasi sosial lainnya.

Agar organisasi dapat bertahan hidup lama, perlu kita pahami landasan maupun penyakit dalam organisasi. Landasan yang dimaksud merupakan nilai-nilai bersama (shared values). Dalam nilai-nilai budaya etnis Mandailing (Sumatera Utara) sudah lama dikenal ”Dalian Na Tolu” (landasan yang tiga atau tiga landasan), yaitu ”mora”, ”kahanggi”, dan ”anakboru”.

dalian na tolu_Irsan Rangkuti

Pertama, dalam bahasa Mandailing disebut: ”hormat marmora”, maksudnya kita hormati pihak mertua, karena kita sudah menyambungkan pertalian darah dengan beliau. Siapakah yang disebut ”mora” dalam organisasi itu. Dalam hal ini adalah Ketua. Biasanya Ketua diangkat oleh anggota. Jika anggota sudah memutuskan untuk mengangkat siapa Ketua Organisasi, maka seluruh anggota harus menghormatinya, karena anggota telah memberikan kepercayaan kepada Ketua untuk memimpin organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kedua, ”manat markahangi”, maksudnya dengarkanlah apa yang terjadi diantara sesama saudara. Siapakah ”kahanggi” dalam organisasi. Anggota organisasi, anggota mesti kompak karena tanpa anggota yang lain kitapun tak berarti apa-apa. Seluruh anggota organisasi adalah bersaudara, jadi peduli atas segala informasi yang berkaitan dengan anggota dan sama-sama mentaati aturan main organisasi. Misalnya, jika ada pertemuan/rapat, maka anggota harus menghadirinya kecuali ada alasan ”yang dapat diterima”. Jangan pula diciptakan alasan yang tak logis. Dalam suatu kampung ada istilah ”orang lama” dan ”orang baru”. Orang lama biasanya sudah tahu letak geografis kampung, rumah siapa saja yang berwarna hijau atau merah; anak gadis siapa yang sudah dewasa, dll. Maka perilaku orang lama adalah selalu ”menunduk”, dalam arti mengayomi atau menuruti aturan organisasi. Perilaku orang baru bisanya ”longang” (tercengang), dan bertanya-tanya dalam hati: ”rumah siapa yang berwarna hijau itu?”, ”kenapa begitu”, atau lebih parah lagi: ”anak gadis siapa yang berambut merah itu?”, dll. Implikasinya dalam organisasi adalah anggota setia organisasi dianalogikan sebagai ”orang lama”, memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi; sedangkan anggota yang kurang atau tidak setia pada organisasi dianalogikan dengan ”orang baru”, cenderung melanggar aturan organisasi. Misalnya jarang datang, telat membayar iuran, berbuat sesuka hatinya, dll. ”Orang baru” dapat menjadi penghalang program organisasi, dan pada akhirnya dapat menghambat tercapainya tujuan organisasi.

Ketiga, ”elek maranakboru”, maksudnya pandai-pandailah mengambil hati pihak yang memberikan bantuan, baik bantuan tenaga atau yang yang lainnya. Anak boru dalam budaya Mandailing adalah pihak yang bekerja lebih banyak, biasanya mereka lebih sabar pula. Pengurus organisasi yang bekerja lebih banyak dapat disebut sebagai anak boru dalam organisasi. Sebagai anggota organisasi sebaiknya memahami pula dengan sungguh tugas-tugas mereka, jangan dibuat mereka ”buncut” (ngambek). Kalau para pakerja organisasi ngambek, maka dapat saja terjadi misalnya, surat undangan tak diberikan ke anggota, atau dibuang ke parit. Pimpinan organisasi memiliki peran yang sangat besar dalam memberdayakan pengurus lainnya.

Organisasi, selain memiliki tiga landasan, juga memiliki tiga penyakit. Ketiga penyakit organisasi yang bersumber dari anggota organisasi adalah: (1) buruk sangka (su’uzzhon) kepada orang lain, (2) terlalu bangga dengan suatu jabatan yang akhirnya menjadi sombong, dan (3) mengungkit-ungkit jasa atau sumbangan yang telah diberikan kepada organisasi.

Jadi, jika ingin mengelola sebuah organisasi agar bertahan lama, ada baiknya menerapkan 3 (landasan) dan menghilangkan 3 (penyakit) yang telah disebutkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan mohon maaf bila ada kekurangan.

Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: