PUSTAHA

B u k u

1.  Title: Tulila: Muzik Bujukan Mandailing; Author:  Edi Nasution; Publisher:  Areca Books, Penang~Malaysia; Cetakan pertama, 2007; ISBN 979-458-133-6 

cover-buku-tulila_2007.jpg foto-edi-21.jpg

 Sebagaimana dikutip Alan P Merriam, Jaap Kuns antara lain menyatakan bahwa “the study-object of ethnomusicology … is the traditional music and musical instruments of all cultural strata of mankind”.  Dengan demikian musik tradisional yang dimainkan dengan alat musik tiup tulila dalam kegiatan markusip di Mandailing merupakan subjek penelitian yang relevan dalam bidang studi etnomusikologi.  Penelitian terhadap bunyi musik dan alat musik tiup tulila ini dilakukan dalam konteks budayanya untuk memahami kedudukan dan fungsi tulila dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing, khususnya di kalangan Naposo Nauli Bulung (muda-mudi).  Pemikiran ini sejalan dengan pendapat Mantle Hood, bahwa “ethnomusicology is an approach to the study of any music, not only in term of itself, but also in relation to its cultural context”. Namun George List mengingatkan, bahwa “musik tradisional” itu “refers to music which has two specific characteristics: it is transmitted and diffused which by memory rather than through the use of writing, and it always in flux, in which a second performance of the some item differs from the first”. Informasi lebih lanjut lihat sekilas-buku-tulila.pdf

 Buku ini dapat dipesan pada:   www.arecabooks.com    arlubis@gmail.com   edi.nasution@gmail.com  

 Price: Rp 100.000,-/40 Ringgit

   

 

2.  Title: Sipirok na Soli: Bianglala Kebudayaan Masyarakat Sipirok; Author:  Z. Pangaduan Lubis & Zulkifli B. Lubis; Publisher: Badan Pengkajian Pengembangan Sipirok (BPPS) & USU Press; Cetakan pertama, 1998; ISBN 979-458-133-6

buku-sipirok-na-soli.jpgpangaduan-lbs.jpgzulkifli-b-lbs.jpgbuku-sipirok-na-soli_2.jpg

 “Penerbitan buku berjudul “Sipirok Na Soli, Bianglala Kebudayaan Masyarakat Sipirok” ini sebenarnya sudah digagas sejak kurang lebih sepuluh tahun lalu. Bermula dari usulan yang diajukan oleh Sdr. Z. Pangaduan Lubis dan Zulkifli B. Lubis, penulis buku ini, kepada Badan Pengkajian Pembangunan Sipirok (BPPS) untuk melakukan sebuah penelitian mengenai etnografi masyarakat Sipirok. Pengurus BPPS menyambut baik usulan itu dan kemudian memberikan dukungan serta fasilitas bagi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 

Setelah melewati masa yang panjang dan dengan berbagai kendala yang dihadapi oleh penulis, pada akhirnya naskah laporan penelitian yang sudah tersimpan lama itu kini dihadirkan dalam bentuk buku ke hadapan para pembaca yang budiman. Sebuah tim yang anggotanya ditunjuk oleh BPPS telah berkenan memeriksa dan memberikan masukan berharga atas penyempurnaan naskah buku ini. Anggota tim tersebut terdiri dari nama-nama tersebut berikut ini: 1. Prof. Dr. Mustafa Siregar, 2. Prof. Anwar Pane, 3. Prof. Morgong Siregar, MSC, 4. Ir. Tula Siregar, 5. Ir. Rahim Siregar, 6. Ir. Mansyur Siregar, 7. Ir. Mukri Siregar, MSc, 8. Drs. Muhammad Yusuf Harahap. Buku ini memuat beragam hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Sipirok dari zaman prasejarah ingá masa Semarang. Sebuah rentang waktu yang tentu sangat panjang, sehingga tidak mungkin untuk menuangkan uraian yang rinci mengenai seluruh sequen kehidupan masyarakat Sipirok dalam sebuah buku kecil seperti yang ada di hadapan pembaca saat ini. Kendati demikian, kami sangat bergembira dengan hadirnya buku ini, sebagai usa untuk menambah wawasan kita khususnya tentang kebudayaan masyarakat Sipirok. Kiranya karya etnografi seperti ini bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan, melainkan juga sangat berguna untuk dibaca oleh khalayak luas. Seperti kita ketahui bersama, masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan kelompok etnik dengan kebudayaannya yang beranekaragam pula. Pemahaman mengenai adat-istiadat berbagai kelompok etnik tersebut sangat penting bagi kita untuk memupuk lebih subur lagi rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Herat kami, buku ini menjadi penting artinya dalam konteks yang demikian. Secara garis besar buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama yang terdiri atas sembilan pokok bahasan berbicara tentang aspek historis yang menggambarkan alur sejarah perkembangan masyarakat Sipirok mulai dari zaman prasejarah hingga masa kemerdekaan dan revolusi. Bagian kedua memberikan gambaran tentang lingkungan alam dan kehidupan ekonomi. Bagian ketiga, yang terdiri atas dua belas pokok bahasan, bicara tentang sistem organisasi sosial yang pernah dikenal dalam masyarakat Sipirok. Bagian keempat membicarakan aspek kepercayaan dan kesenian. Bagian terakhir bicara tentang gerakan perantau Sipirok membangun desa, yang bahasannya difokuskan pada kiprah Badan Pengkajian Pembangunan Sipirok. 

 

Kami sangat menghargai jerih-payah kedua penulis yang telah berusaha sedaya mampunya untuk melakukan penelitian lapangan dan kepustakaan sampai selesainya penulisan buku ini. Mudah-mudahan dengan terbitnya buku ini dapat menjadi pendorong semangat mereka untuk terus berkarya dan mengabdi melalui pengembangan ilmu pengetahuan. Kepada tim pemeriksa yang telah memberikan masukan untuk penyempurnaan buku ini diucapkan terima kasih”._Kata Pengantar B. Ar. Poeloengan, SH. dalam buku ini._Kata Sambutan oleh Gubsu Raja Inal Siregar.

Buku ini dapat dipesan pada:   edi.nasution@gmail.com   zbl64@hotmail.com

Price: Rp 50.000,-

 

6 Komentar pada “PUSTAHA”


  1. Salam Kenal Ipar Edi Nasution,
    Membaca resume buku : Sipirok na Soli: Bianglala Kebudayaan Masyarakat Sipirok, saya tertarik dan ingin memiliknya.
    Bagaimana prosedurnya, transfer ke rek dan bagaimana pengirimannya. lokasi saya Jakarta.,
    Saya kira konfirmasi selanjutnya via japri saja ke email saya di atas.
    Terima kasih

    Horas
    salam
    Asri Joni Hutasuhut

  2. rizky regar Says:

    lae, rupanya kamu masih ingat ama spirok kita ya……………
    horas ma

  3. edinasution Says:

    Pastilah, Ipar, begitu juga dengan Ipar Asri Joni Hutasuhut masih tetap “ingat … ingat … ingat” Sipirok Na Soli …….. bona bulu haholongan i …. !!!

  4. Mohd Tahir Harahap Says:

    Assalamualaikum,

    Saya pernah sampai ke Sipirok, dan menginap di hotel Tour Si Bohi Na uli, masih terdengar ditelinga ini bunyi air dari sawah yang mengalir dibelakang hotel tersebut. Rasa seperti terpanggil untuk mengunjunginya semula.

    MOHD TAHIR HARAHAP
    BAHAGIAN PENGURUSAN SUMBER MANUSIA
    KEMENTERIAN SUMBER MANUSIA,
    BLOCK D3, PARCEL D,
    PUSAT PENTADBIRAN KERAJAAN PERSEKUTUAN MALAYSIA,
    62530 PUTRAJAYA

    TEL: 03 88865069, 0166325826

  5. edi nasution Says:

    Kalau tidak salah, (entah di daerah mana) di semenanjung Malaysia ada dibangun lanskap model pedesaan Mandailing (Kinta Valley?). Moga-moga itu memang benar-benar ada agar bisa menjadi tempat berkunjung (liburan) bagi warga Mandailing Malaysia dan Indonesia.

  6. krismastopo Says:

    horas ma di hita halak sipirok

    Awi Harahap

    http://krislois.blogspot.com/
    http://ngkpa-medantimur.co.cc/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: